Pindahan

halo, assalamualaikum……

 

maap, orangnya dah pindahke blog barunya

di www.dearyanto.wordpress.com

ayo jangan lupa datang dan maen ya!

Curug Nangka, (Bukan) Tempat Maksiat

 

Indonesia, negeri  zamrud khatulistiwa dengan alam yang begitu menawan. Sebuah negeri  yang menawarkan berjuta keindahan, ciptaan dari yang Maha Sempurna, Maha Indah, Allah SWT. Keindahan alam yang elok dan sedap di pandang berjajar dari ujung timur ke barat, utara ke selatan. Membentang luas didaratan maupun di kedalaman Lautan. Membuat siapapun yang mencoba mencicipi keindahan alam Indonesia akan berdecak kagum memuji Mu, karena ciptaan mu yang menyejukan hati menenaangkan jiwa.

Tapi, tidak hari ini. Mengapa, mengapa keindahan alam yang Engkau ciptakan, di cabik-cabik, dinodai oleh tangan-tangan kotor, oleh nafsu duniawi. Mengapa Engkau biarkan mereka ya Allah, dengan sewenang-wenang, manusia-manusia itu, yang tak mempunyai hati itu, mereka telah merusak alam Mu yang elok dan indah ini. Padahal…. Engkau menurunkan manusia di muka bumi ini untuk menjadi khalifah, menjaga bumi ini agar menjadi lebih Indah.

Curug Nangka, sebuah tempat ekowisata, merupakan bagian dari Kawasan pelestarian alam, Taman Nasional Halimun Salak. Sebuah tempat yang sebenarnya indah. Namun telah rusak karena tangan-tangan manusia.

Jelas di pintu masuk ekowisata ini telah  terpasang papan peraturan, yang menyebutkan bahwa di dalam Taman nasional halimun Salak, setiap orang dilarang merusak sarana dan prasarana perlindungan hutan, dilarang merambah kawasan hutan, menebang pohon, menanam, memungut hasil hutan secara illegal, membakar hutan. Semua itu sesuai dengan UU no 41 tahun 1999.  Lebih dari itu, didalam ekowisata itu pun jelas terpampang papan selamat datang dan informasi yang berisi ; dilarang membawa miras dan narkoba, dilarang mendaki tanpa ijin, dilarang mandi di sungai bila cuaca hujan, dilarang menebang pohn, dilarang membuang sampah sembarangan, dilarang membawa senjata api dan tajam.

Aturang boleh ada, disosialisasikan bahkan di pajang ditempatnya. Tapi tidak dengan kondisi sebenarnya.

Dilarang membuang sampah sembarangan. Banyak sekali sempah berserakan di sepanjang jalan setapak menuju curug (air terjun) bahkan sampah itu pun berada di daerah aliran sungai. Para pengunjung dengan sewenang-wenang menganggap ekowisata ini sebagai sebuah tempat sampah besar sehingga merasa membuang sampah dimana yang mereka inginkan tanpa memperdulikan apa dampak yang akan terjadi. Bahkan seorang ibu pedagang dengan sadar dan terang-terangan membuang seisi tong sampah dari warungnya kedalam sungai, sebuah rutinitas yang dilakukannya tanpa merasa bersalah. Bayangkan berapa banyak sampah yang akan menimbun di sana. Akan kah ekowisata curug nangka menjadi tempat sampah ? jadi kedepan kita tidak lagi melihat air terjun dan aliran air yang elok, melainkan melihat sampah-sampah tertimbun dan menimbulkan semerbak wangi khasnya ??!

Dilarang membawa miras dan narkoba. Ya tidak ada seorang pengunjungpun yang membawa minuman keras. Karena mereka akan dengan mudahnya membeli minuman itu di pedagang-pedagang yang menjajakan dagangannya hingga percis dibawah air terjun. Pedagang itu membawa barang dagangannya seperti seorangan pedagang asongan rokok, tapi bedannya bukan hanya rokok yang mereka jual, tetapi juga minuman keras ada disana. Bukankah miras itu dilarang ? bahkan para pedagang itu mayoritas adalah anak-anak di bawah umur, umur mereka masih berkisar belasan bahkan belum lewat tujuh belas tahun. Mengapa ? minuman keras itu dengan mudahnya di jajakkan ? apa kah ekowisata curug nangka adalah bar dimana orang dengan bebasnya minum dan mabuk ??!

Ya, Allah…… di alam Mu yang indah, elok dan menawan ini, mereka secara terang-terangan telah berbuat maksiat, mereka tidak menyadari bahwa Engkau Maha Melihat, Engkau Maha Mengetahui apa yang terjadi di muka bumi ini. Mereka, para manusia kotor itu dengan bahagiannya mengepulkan asap-asap rokok di tengah udara bersih yang engkau ciptakan, mereka meneguk air yang telah engkau haramkan tanpa sadar bahwa mereka akan dengan mudahnya mendapatkan air halal untuk menghilangkan haus dahaga mereka. Mereka, para manusia kotor itu dengan bahagiannya berdua-duaan dengan bukan mahramnya. Saling duduk berdekatan, berpelukan, mencari kehangatan diantara udara dingin pegunungan tanpa mereka sadar berpuluh mata menyaksikan apa yang mereka perbuat. Tanpa malu, tanpa merasa bersalah, dan tanpa takut akan azab Mu.

Mereka dengan sadar mengotori alam indah ciptaan-Mu. Mereka dengan sadar berbuat maksiat disana, tanpa mengetahui akibat apa yang ditimbulkan kepada manusia sekitarnya….. tanpa menyadari apa yang sedang ditulisakan oleh malaikat-malaikat yang memang Engkau tugaskan untuk mencatat apa yang sedang manusia lakukan. Detik-detik itu takkan pernah terlewat untuk dicatat, amal baik, amal buruk tidak aka nada yang lepas dari pencatatan Mu.

Ya Allah, Manusia itu sungguh sombong, sungguh angkuh. Ia tidak sadar siapa yang telah menciptakan bumi dan isinya, alam semesta dan isinya. Yang bisa dilakukan oleh manusia hanyalah merusak, hanya merusak, hanya merusak keindahan ciptaan Mu. Ya Allah …… buka kanlah hati mereka, hati manusia-manusia kotor itu, agar mereka sadar atas perbuatan yang mereka lakukan, agar mereka sadar akan keberadaan Mu….. sehingga mereka tidak akan lagi merusak alam indah ciptaan Mu. Sehingga semua orang dapat menikmati keindahan bumi ini, keindahan yang merupakan anugrah dari Mu, menikmatinya tanpa terganggu oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab …..

Ahad, 13 April 2008

21.46 WIB, sepulang dari curug nangka

Menyoal Buku : Dunia harus berubah, tangan tuhan di balik virus flu burung

Perjuangan menentang neo kolonialisme, menentang perlakuan yang tidak adil dari seorang srikandi Indonesia “Siti Fadilah Supari” menteri kesehatan Republik Indonesia. Beliau digambarkan begitu lantang bersuara melawan raksasa dunia “Amerika” begitu negara ini disebut. Menentang sebuah konsep yang telah 50 tahun di pakai, konsep yang merugikan negara-negara kecil, konsep yang hanya menguntungkan para pemilik modal, konsep yang membuat si miskin semakin menderita dan si kaya semakin Berjaya. GISN, sebuah mekanisme virus sharing yang telah  ditetapkan dan diterapkan serta disepakati negara-negara yang tergabung dalam WHO.

Berawal dari kejadian flu burung yang menjadi outbreak di Indonesia. Indonesia pun berguncang begitu juga sang menteri kesehatan, terlebih dengan pemberitaan yang menyebutkan telah terjadi penularan flu burung dari manusia ke manusia, bukan lagi dari unggas ke manusia seperti lazimnya terjadi. Di prediksi ini adalah awal dari pandemic flu burung didunia. Indonesia sesuai dengan mekanisme GISN wajib mengirimkan virus flu burung dari penderita di Indonesia ke WHO CC.

Di lain pihak dengan munculnya kejadian outbreak flu burung di Indonesia, menyebabkan negara-negara di dunia memborong vaksin flu burung yang ada, yang di buat dari starin virus Vietnam. Namun hanya negara kaya yang mampu menyiapkan diri karena harga vaksin yang tinggi. Dan Indonesia sebagai negara yang mengalami outbreak sulit untuk mendapatkannya.

Dan diketahui pula ternyata hasil pembuatan dan penjualan vaksin strain Vietnam itu tidak memberikan timbale balik apapun bagi negara Vietnam. Ironis sebuah eksploitasi atas penderitaan sebuah negara yang sedang bergulat melawan flu burung.

Atas kenyataan itulah menteri “siti fadilah supari” terketuk hatinya untuk bergerak dan dengan lantang menyuarakaan kebenaran. Di minta nyalah kembali virus yang sudah diberikan oleh Indonesia ke WHO CC, ternyata virus itu sudah berpindah tangan kesebuah laboratorium di bawah departemen energy Amerika Serikat yang mana dulu disana di buat bom atom untuk mengebom hirosima dan Nagasaki. Akankah wild virus itu akan dijadikan senjata biologis ?. Dan di ketahui pula bahwa dari 15 ilmuwan di WHO cc hanya 3 ilmuwan yang berasal dari WHO, selebihnya tidak di ketahui identitasnya secara resmi.

Dengan Kekuasaannya sebagai menteri kesehatan Indonesia, ia mengambil kebijakan yang cukup membanggakan. Ia meminta laboratorium di Indonesia untuk juga meneliti tentang flu burung. Dan Ia pun dengan lantang bersuara di forum-forum internasional yang diadakan oleh WHO agar adanya transaparansi dalam mekanisme virus sharing. Dan merubah konsep yang sudah 50 tahun dipakai dan jelas-jelas tidak adil. Atas keberaaniannya inilah ia mendapat apresiasi dari media dan negara-negara internasional. Bagaimana sebuah negara harus duduk sama rendah berdiri sama tinggi, begitulah kalimat yang sering kali ia tuliskan dalam bukunya.

Sebuah buku berjudul Saatnya Dunia Berubah, tangan tuhan di balik virus flu burung, buku  menarik yang dituliskan oleh menteri Kesehatan Republik Indonesia. Meskipun bahasanya merupakan bahasa penuturan yang juga terlihat sangat subjektif, karena sudut pandang yang digunakan hanyalah dari sang penulis sekaligus pelaku. Namun buku ini cukup menggambarkan bagaimana Indonesia memiliki menteri kesehatan yang berani berjibaku di tataran global meneriakan keadilan.

Semoga Buku ini bukan menjadi sekadar buku pendongkrak popularitas sang penulis di akhir masa jabatan beliau. Semoga buku ini menjadi inspirasi banyak orang untuk bergerak menegakkan keadilan.

Dan Sebuah harapan untuk seorang menteri Kesehatan bernama “Siti Fadilah Supari” Ia telah berani berteriak lantang di tataran Global. Anda juga harus membuktikan di tataran lokal Indonesia, bahwa kesehatan ialah hak semua orang. Bahwa Setiap warga negara di Indonesia berhak atas akses pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau.. Tidak ada lagi seseorang yang meninggal karena tidak mendapatkan akses kesehatan yang memadai, seseorang diusir dari rumah sakit karena tidak mempunyai biaya. Tidak ada lagi busung lapar, tidak ada lagi bayi-bayi kelaparan, Indonesia harus menjadi negara yang sehat, semoga….. amin.

Lelah ?

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutkan (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan  yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatan mu dan kesabaranmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar. Dan jangan lah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan masksud riya kepada manusia, serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan” (QS Al anfaal 45-47)

Bergulat dan berjibaku dengan aktifitas di kampus, menyita waktu dan memeras keringat. Sebuah berjuangan berlandaskan idealisme merekonstruksi manusia-manusia kampus agar siap untuk menjadi pemimpin besar masa depan. Bukan sebuah pekerjaan sampingan atau selingan kuliah, tapi inilah misi kita yang sesungguhnya , menjadi aktifis  kampus. Selagi memang kita masih berada di kampus.

Tercebur dalam berbagai pemikiran, teraduk-aduk dalam pusaran ideologi, berwacana dan derdialektika dalam pertemuan-pertemuan untuk mencari solusi bagi permasalahan negeri yang semakin terpuruk. Terjun langsung bertemu dengan berwarna-warni  mahasiswa hanya untuk menyebar nilai-nilai islam yang humanis, membuat diri menjadi magnet agar yang lain dapat tertarik untuk juga mengamalkan ajaran islam. Berusaha menjadi matahari yang dikelilingi oleh planet dan jutaan benda angkasa lainnya semata-mata mengajak mereka untuk tunduk dan taat pada perintah Allah SWT.

Lelah ?

Sungguh, sebuah mimpi besar merubah dunia dan menjadikan islam sebagai pemimpin dunia merupakan kerja-kerja besar yang membutuhkan keteguhan hati. Lelah itu pasti tetapi kelelahan itu bisa disiasati. Kawan kita seringkali lupa, merasa lelah tetapi sering kali kita mematikan mata air penghapus lelah.

Kita lebih senang untuk berdiskusi dan berdialektika hingga pagi, berorasi diatas podium membangkitkan semangat yang berapi-api. Berjibaku dengan aktifitas yang tak pernah henti. Kita lupa bahwa danau pengetahuan didalam diri kita jika dibiarkan terus menerus menguap maka keringlah jiwa kita, sementara mata air ruhiyah dibiarkan mati.

Sering kali kita lupa untuk menyelami pekatnya malam-malam yang dingin dan gelap dalam sebuah kesendirian, merenungi hakikat diri memohon petunjuk kepada illahi rabbi. Agar dimudahkan langkah perjuangnnya. Agar dibukakan pintu rahmat-Nya. Membasahi bibir dengan puji-pujian kepada-Nya, semakin menguatkan diri akan perjuangan yang dilakukan.

Ia  yang berada dalam lingkaran inti perjuangan, memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih, ia menjadi tempat bagi yang lain untuk mengorbit, menjadi contoh dalam bertingkah laku, sepantasnya lah lebih banyak ibadah yang dilakukannya.

Saudaraku ingatlah sumber dari kekuatan perjuangan yang kita lakukan semata-mata dari Allah SWT. Seperti didalam surat al-anfaal 45-47; keteguhan, selalu mengingat Allah, taat pada Allah dan rasul-Nya, persatuan dan lurusnya barisan, kesabaran,dan  niat yang ikhlas merupakan hal yang harus senantiasa dijaga demi keberhasilan perjuangan ini, dan juga keberkahannya.                                                                –^_^–

   

Membaca pelangi

Layaknya melihat pelangi, membaca buku ini seperti melihat untaian warna yang dirajut menjadi suatu kesatuan yang menarik, bersemangat, dan penuh akan nilai, Membayangkan seolah menjadi bagian dari anak-anak “sekolah kampung” muhammadiyah yang menamakan kelompok mereka laskar pelangi begitu mennghanyutkan. Laskar pelangi sebuah nama pemberian Bu Mus karena kegemaran kolektif sepuluh anak  seangkatan yang sering bertengger di dahan  fillicium untuk memandangi pelangi ketika musim hujan tiba.

Membaca buku ini, awalnya hanya tertarik karena pengaruh beberapa teman yang mengatakan buku ini sangat bagus, dan ternyata pandangan beberapa teman itu ridak lah salah. Begitu pula dengan tulisan kuning dalam sebuah garis merah di sampul buku paling atas, yang berbunyi Indonesia’s Most Powerfull Nook. Buku ini memang mengandung kekuatan nilai yang menggugah hati pembacanya.

memulai kisah laskar pelangi dengan cerita tahun ajaran baru sebuah sekolah kampong reot yang mirip dengan gudang kopra. Dan kegelisahan murid, orang tua bahkan guru untuk memulai belajar. Menggugah karena demi untuk bersekolah banyak hal yang harus di korbankan. Membuat hati terbuai untuk te3rus membaca menghabiskan halaman demi halaman selanjutnya.

Penggambaran anak-anak laskar pelangi dan orang-orang disekitarnya. Yang setiap orang memiliki karakteristik unik. Membuat buku ini menjadi semakin menarik. Lintang yang sangat jenius, mahar yang begitu “nyeni”, akiong, sahara, syahdan, ikal, harun, Trapani, kucai, borek, Flo. Kumpulan anak-anak yang menjalani sebuah persahabatan dan perjalanan hidup yang luar biasa.

Melalui buku ini juga banyak diajarkan nilai-nilai agama dengan bahasa yang mydah, bagaimana para anggota laskar pelangi yang diam dan hening mendengarkan suara adzan, bagaimana ditanamkan bahwa berbohong itu dosa, dan bagaimana sebuah usaha besar dan keyakinan yang kuatlah yang akan membuat hidup ini menjadi lebih menyenangkan dan dapat merubah suatu nasib seseorang.

Buku ini sangat menggugah hati dengan pengorbanan dan perjuangan seorang guru. buku ini pun begitu menggambarkan bahwa pendidikan itu begitu penting. Disisipkannya kisah cinta sebagai bumbu membuat buku ini semakin menarik, dan membuat pembaca ikut tersenyum membuka lembar demi lembar halaman yang menceritakan sebuah cinta pada pandangan pertama.

Namun, alur cerita yang loncat-loncat membuat sulit untuk memahami sebetulnya saat membaca halaman itu laskar pelangi sedang berada di kelas berapa?. Penggambaran biologis tentang suatu tumbuhan ataupun hewan menjadi hal unik tersendiri namun sayang dibagian itu seringkali kecepatan membaca ditambahkan dan bagian itu menjadi tak terperhatikan.

 Menarik dan menggugah, buku yang bagus untuk dibaca, ingin segera membaca buku keduanya “sang pemimpi” tapi sabar…. Bulan februari saja bacanya… karena ada beberapa buku lain yang harus di baca terlebih dahulu ^_^. 

“Nasib, Usaha dan Takdir bagaikan tiga bukit biru samar-samar yang memeluk manusia dalam lena. Mereka yang gagal tak jarang menyalahkan aturan main tuhan. Jika mereka miskin mereka mengatakan bahwa tuhan melalui takdir-Nya memang mengharuskan mereka miskin.           

Bukit-bukit itu membentuk konspirasi rahasia massa depan dan definisi yang sulit dipahami sebagian orang. Sehingga seorang yang lelah berusaha menunggu takdir akan mengubah nasibnya. Sebaliknya, seseorang yang enggan membanting tulang menerima saja nasibnya yang menurutnya tak kan berubah karena semua telah ditakdirkan. Inilah lingkaran iblis yang umumnya melanda para pemalas. Tapi yang pasti pengalaman selalu menunjukan bahwa hidup dengan usaha adalah mata yang dirurup untuk memilih buah-buahan dalam keranjang. Buah apapun yang didapat kita teteap mendapat buah. Sedangkan hidup tanpa usaha adalah mata yang dirurup untuk mencari kucing hidatm didalam kamar gelap dan kucingnya tidak ada.” (andrea hirata, laskar pelangi)

Ditulis dalam Resume Buku. 1 Komentar »

Hufh….

Hufh !, lama nggak akses internet. blog jadi nggak pernah di update nih tulisannya. padahal ada sih beberapa tulisan yang dah dibuat tinggal di upload aja.

Kondisi laptop yang mirip seismograf (masa layarnya keder begitu, kaya TV jaman dulu, jadi ada gelombang aneh, layarnya kadang muncul gambar kadang nggak) adalah penyebab utamanya. moga-moga bisa dibenerin dengan harga yang murah, karena masa dibawa ke Toshiba servis center suruh ganti LCDnya seharga 4,5 juta. hufh.!!! mending breli baru mah kalau segitu (tapi duit dari mana ya?)

 Ya… doain aja supaya bisa bener laptop  nya.

selain, itu……

hujan yang terus menerus beberapa hari ini ternyata mengganggu produktifitas juga. mobilisasi jadi terhambat. (astagfirullah) padahal hujan juga rejeki dari Allah ya… manusianya aja yang payah nggak mensyukuri nikmat allah. malah merusak alam jadi deh yang tadinya rezeki malah nimbulin bencana banjir dimana. moga-moga saudara-saudara kita yang diuji dengan musibah dapat diringankan bebannya dan dimudahkan segara urusannya… amin.

mmmm. apa lagiya!!

hujan juga menyebabkan aktifitas rutin yang biasa dilakukan juga  terganggu nih. baru beberapa minggu ini menjadi bikers… berangkat kekampus naek sepeda, dan karena hujan gak jadi naek sepeda lagi deh kekampus… hufh !!

semoga hari-hari kedepan jadi lebih baik dan produktif. karena merugilah orang-orang yang hari ini sama dengan hari kemarin.

…iseng nulis sambil nunggu waktu berlalu di ruang BEM FKM yang sepi…

UI bukan cuma Depok dan Salemba

Yup, begitulah kesimpulan yang didapat dari jalan-jalan ketemu sama temen-temen D3 FK yang kuliah di Cikini.

Beberapa waktu lalu, sempat main ke Cikini, tepatnya di undang untuk hadir di seminar perspektif kesehatan 100 menit, yang merupakan tugas kuliah buat anak-anak D3 FK. Saat itu tema seminarnya tentang homoseksual dan nara sumbernya Prof. Dadang Hawari.

Diluar dari isi dan jalannya seminar tersebut, ternyata anak-anak D3 yang kuliah di Cikini memiliki kehangatan yang luar biasa. setelah datang di sana, bersama Edwin (ketua BEM UI) dan Johanda (ketua BEM FK UI) sempat di ajak untuk keliling kampus diperlihatkan beberapa fasilitas di D3 perumahsakitan yang masih memiliki kekurangan (terutama mushalanya).

Sempat pula berdiskusi dengan ketua HM D3 FK UI (Adi), yang berharap BEM UI kedepan dapat lebih memperhatikan mahasiswa UI keseluruhan, bukan hanya yang di depok. Dan ternyata teman-teman D3 FK UI pun memiliki kontribusi yang luar biasa pergerakan mahasiswa. terbukti dengan banyaknya suuporting yang diberikan untuk Aksi maupun acara mahasiswa lainnya.

Beberapa hari kemudian sempat main lagi kesana bertepatan dengan kegiatan “Kampus ku Sayang” yang merupakan bagian dari acara Mabim D3 FK. Di acara tersebut teman-teman disana melakukan bersih kampus dan penanaman pohon, yang tujuannya bagaimana mereka sebagai mahasiswa dapat berkontribusi aktif menjaga dan merawat fasilitas kampus.

Terbukti bahwa teman-teman di cikini memiliki kontribusi yang luar biasa, dan benar UI itu bukan cuma di Depok dan Salemba.

^_^ semoga kedepan mahasiswa Ui bisa selalu bersinergis membangun UI dan Indonesia tentunya.

BEM UI 2008, Mencari Logo

BEM UI memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa UI
untuk berkreasi dalam sayembara pembuatan logo BEM UI.
Dengan syarat :
1. Karakter sesuai dengan Visi dan Misi BEM UI 2008
(visi-misi dapat dilihat di http://edwinpongki.wordpress.com
2. Logo memiliki unsur makara UI
3. Warna dominan merah.

Ketentuan umum :
1. Pendaftaran tidak dipungut biaya (gratis)
2. Setiap peserta berhak mengirimkan maksimal 2 buah karyanya.
3. Karya dikirimkan dalam bentuk print out di kertas A4 dan soft
copy (CD).
4. Peserta melampirkan filosofi, karakter dan keterangan dari logo
yang dibuat. (dijelaskan secara lengkap).
5. Peserta melampirkan identitas diri, foto copy KTM UI, dan nomor
kontak yang bisa di hubungi.
6. Hasil karya dimasukkan kedalam amplop cokelat dan diberikan ke
sekertariat BEM UI, di Pusgiwa UI.
7. Keputusan pemenang ada ditangan panitia, hasil keputusan tidak
dapat diganggu gugat.
8. Hasil karya yang menjadi pemenang akan menjadi milik BEM UI, dan
akan dijadikan logo resmi BEM UI 2008.

peserta :
Mahasiswa UI

Batas akhir pengumpulan karya 18 Januari 2008

HADIAH BAGI PEMENANG –> UANG TUNAI Rp 500.000,-

Cp : PONGKI (08567908743)

“SEPENUH HATI : BERJUANG dan BERKONTRIBUSI”

Agenda Open Recruitment BEM UI 2008

UAS dah selesai….
liburan sudah didepan mata…
Tapi Jangan Lupa.

Agenda Open Recruitment BEM UI 2008….
di catet trus daftar juga ya…. ^_^

7-12 Januari 2008 –> Pengambilan Formulir
14-19 Januari 2008 –> Pengembalian formulir dan wawancara.

For further information :
Edwin : 081315378205
Pongki : 08567908743

“SEPENUH HATI : BERJUANG dan BERKONTRIBUSI

nb : Informasi ini bisa dan sangat direkomendasikan
untuk disebarluaskan

Perbaiki Manajemen Pelayanan Bis Kuning UI ! (2)

Masih dihari yang sama, kesal dengan kejadian siang harinya (baca: Perbaiki Manajemen Pelayanan Bis Kuning UI! (1) ), kebetulan malam harinya maen ke pusgiwa UI, spesifiknya ruang DPM. Lagi liat-liat computer ada dokumen word yang terbuka dan isinya tentang permintaan kepada pihak rektorat. Bersyukur surat itu, yang selama ini DPM UI menjaring aspirasinya dari mahasiswa, sudah diketik dan akan segera dikirim.

Kalau dipikiran gue hal yang harus  diperbaiki terkait  manajemen bis kuning:

1.       Buat manajemen waktu yang baik, jadinya bis kuning terjadwal dengan rapi. Gak ada lagi jam-jam sepiii bikun padahal bikun lagi dibutuhin.

2.       Ganti dan Tambah armada bikun, banyak bikun yang ternyata udah gak layak pakai. Semakin banyak bikun semakin banyak orang yang terangkut dan gak ada lagi unsafe condition dan unsafe act.

3.       Buat standarsiasi pelayanan minimal, jadi supir bikun bukan hanya muter-muter sesuka hati ngangkutin mahasiswa. Tapi juga memiliki  standar pelayanan, jadi gak ada lagi bikun yang buru-buru.

Ternyata usulan gue juga belom tepat sasaran semua. Hasil ngobrol dengan MWA unsur mahasiswa yang baru. Ternyata upah supir bikun , katanya masih dibawah UMR (upah minimum regional).  gimana sang supir mau ngasih pelayanan yang baik jika kesejahteraan mereka belum terjamin…. (bener juga ya)

4.       Makanya, Perhatikan Kesejahteraan supir bikun, biar mereka “all out” kerjanya dan kualitas pelayanan menjadi meningkat.

Ups, belum selesai nih… kalau manajemen pelayanan bikun menjadi baik, dengan indicator bikun terjadwal rapih, armada memadai secara kualitas maupun kuantitas, pelayanan bikun yang ramah dan aman. Nantinya bakal ada yang kehilangan penghasilan…. Yaitu tukang ojek. Hati-hati jangan sampai rektorat di demo sama tukang ojek nih ^_^.

Kalau menurut gue sih abang-abang ojek tenang aja. Rejeki ditangan Tuhan bang…  tenang aja bang masih banyak kok mahasiswa yang suka datang telat. Meskipun bikun udah baik manajemennya, kayaknya si mahasiswa ini akan tetap memakai jasa ojek, secara… lebih cepat sampe bahkan bisa berhenti dimana aja (kalo perlu didepan pintu kelas). ^_^.