UI bukan cuma Depok dan Salemba

Yup, begitulah kesimpulan yang didapat dari jalan-jalan ketemu sama temen-temen D3 FK yang kuliah di Cikini.

Beberapa waktu lalu, sempat main ke Cikini, tepatnya di undang untuk hadir di seminar perspektif kesehatan 100 menit, yang merupakan tugas kuliah buat anak-anak D3 FK. Saat itu tema seminarnya tentang homoseksual dan nara sumbernya Prof. Dadang Hawari.

Diluar dari isi dan jalannya seminar tersebut, ternyata anak-anak D3 yang kuliah di Cikini memiliki kehangatan yang luar biasa. setelah datang di sana, bersama Edwin (ketua BEM UI) dan Johanda (ketua BEM FK UI) sempat di ajak untuk keliling kampus diperlihatkan beberapa fasilitas di D3 perumahsakitan yang masih memiliki kekurangan (terutama mushalanya).

Sempat pula berdiskusi dengan ketua HM D3 FK UI (Adi), yang berharap BEM UI kedepan dapat lebih memperhatikan mahasiswa UI keseluruhan, bukan hanya yang di depok. Dan ternyata teman-teman D3 FK UI pun memiliki kontribusi yang luar biasa pergerakan mahasiswa. terbukti dengan banyaknya suuporting yang diberikan untuk Aksi maupun acara mahasiswa lainnya.

Beberapa hari kemudian sempat main lagi kesana bertepatan dengan kegiatan “Kampus ku Sayang” yang merupakan bagian dari acara Mabim D3 FK. Di acara tersebut teman-teman disana melakukan bersih kampus dan penanaman pohon, yang tujuannya bagaimana mereka sebagai mahasiswa dapat berkontribusi aktif menjaga dan merawat fasilitas kampus.

Terbukti bahwa teman-teman di cikini memiliki kontribusi yang luar biasa, dan benar UI itu bukan cuma di Depok dan Salemba.

^_^ semoga kedepan mahasiswa Ui bisa selalu bersinergis membangun UI dan Indonesia tentunya.

BEM UI 2008, Mencari Logo

BEM UI memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa UI
untuk berkreasi dalam sayembara pembuatan logo BEM UI.
Dengan syarat :
1. Karakter sesuai dengan Visi dan Misi BEM UI 2008
(visi-misi dapat dilihat di http://edwinpongki.wordpress.com
2. Logo memiliki unsur makara UI
3. Warna dominan merah.

Ketentuan umum :
1. Pendaftaran tidak dipungut biaya (gratis)
2. Setiap peserta berhak mengirimkan maksimal 2 buah karyanya.
3. Karya dikirimkan dalam bentuk print out di kertas A4 dan soft
copy (CD).
4. Peserta melampirkan filosofi, karakter dan keterangan dari logo
yang dibuat. (dijelaskan secara lengkap).
5. Peserta melampirkan identitas diri, foto copy KTM UI, dan nomor
kontak yang bisa di hubungi.
6. Hasil karya dimasukkan kedalam amplop cokelat dan diberikan ke
sekertariat BEM UI, di Pusgiwa UI.
7. Keputusan pemenang ada ditangan panitia, hasil keputusan tidak
dapat diganggu gugat.
8. Hasil karya yang menjadi pemenang akan menjadi milik BEM UI, dan
akan dijadikan logo resmi BEM UI 2008.

peserta :
Mahasiswa UI

Batas akhir pengumpulan karya 18 Januari 2008

HADIAH BAGI PEMENANG –> UANG TUNAI Rp 500.000,-

Cp : PONGKI (08567908743)

“SEPENUH HATI : BERJUANG dan BERKONTRIBUSI”

Perbaiki Manajemen Pelayanan Bis Kuning UI ! (2)

Masih dihari yang sama, kesal dengan kejadian siang harinya (baca: Perbaiki Manajemen Pelayanan Bis Kuning UI! (1) ), kebetulan malam harinya maen ke pusgiwa UI, spesifiknya ruang DPM. Lagi liat-liat computer ada dokumen word yang terbuka dan isinya tentang permintaan kepada pihak rektorat. Bersyukur surat itu, yang selama ini DPM UI menjaring aspirasinya dari mahasiswa, sudah diketik dan akan segera dikirim.

Kalau dipikiran gue hal yang harus  diperbaiki terkait  manajemen bis kuning:

1.       Buat manajemen waktu yang baik, jadinya bis kuning terjadwal dengan rapi. Gak ada lagi jam-jam sepiii bikun padahal bikun lagi dibutuhin.

2.       Ganti dan Tambah armada bikun, banyak bikun yang ternyata udah gak layak pakai. Semakin banyak bikun semakin banyak orang yang terangkut dan gak ada lagi unsafe condition dan unsafe act.

3.       Buat standarsiasi pelayanan minimal, jadi supir bikun bukan hanya muter-muter sesuka hati ngangkutin mahasiswa. Tapi juga memiliki  standar pelayanan, jadi gak ada lagi bikun yang buru-buru.

Ternyata usulan gue juga belom tepat sasaran semua. Hasil ngobrol dengan MWA unsur mahasiswa yang baru. Ternyata upah supir bikun , katanya masih dibawah UMR (upah minimum regional).  gimana sang supir mau ngasih pelayanan yang baik jika kesejahteraan mereka belum terjamin…. (bener juga ya)

4.       Makanya, Perhatikan Kesejahteraan supir bikun, biar mereka “all out” kerjanya dan kualitas pelayanan menjadi meningkat.

Ups, belum selesai nih… kalau manajemen pelayanan bikun menjadi baik, dengan indicator bikun terjadwal rapih, armada memadai secara kualitas maupun kuantitas, pelayanan bikun yang ramah dan aman. Nantinya bakal ada yang kehilangan penghasilan…. Yaitu tukang ojek. Hati-hati jangan sampai rektorat di demo sama tukang ojek nih ^_^.

Kalau menurut gue sih abang-abang ojek tenang aja. Rejeki ditangan Tuhan bang…  tenang aja bang masih banyak kok mahasiswa yang suka datang telat. Meskipun bikun udah baik manajemennya, kayaknya si mahasiswa ini akan tetap memakai jasa ojek, secara… lebih cepat sampe bahkan bisa berhenti dimana aja (kalo perlu didepan pintu kelas). ^_^.

Perbaiki Manajemen Pelayanan Bis Kuning ! (1)

Anda tahu mengapa kebijakan pemerintah Republik Indonesia tidak pernah sesuai dengan apa yang diharapkan rakyatnya ? (karena para pemimpin negara ini sangat jarang yang menjalani hidup layaknya hidup yang dijalani oleh mayoritas rakyatnya, makanya kebijakannya jadi salah sasaran.)

Akhirnya mengalami sendiri,

Kalau selama ini hanya mendengar keluhan temen temen terkait pelayanan bis kuning yang buruk. Dan jujur saja nggak terlalu “care”, karena biasanya selalu naek motor. Kemarin tersadarkan juga kalau pelayanan bis kuning memang harus diperbaiki. Kebetulan motor lagi dipake temen dan harus segera ke masjid UI.

Selasa, 11 desember 2007

Sekitar jam 16.15 an, menunggu bikun di halte FKM UI, dengan hujan rintik-rintik yang menemani.

16.20an, akhirnya datang bis kuning pertama, yang ternyata lurus begitu saja tanpa berhenti menurunkan atau mengangkut penumpang. Oooo bikunnya lagi ngebawa barang-barang, kayaknya habis ada acara. Kirain emang gak mau ngangkut gue.

16.40an,  bis kuning kedua datang, dari jauh terlihat begitu padat isi didalamnya, dan di kedua pintunya tampak orang-orang bergelantungan.  Berharap ketika di halte FKM banyak yang turun…. Ternyata sedikit. Mau naik konsekuensinya harus gelantungan ….ok…. tapi mau gelantungan dimana lagi lha dipintu aja udah nggak muat lagi buat digelantungin.  teringat juga teori K3 bahwa  accident dapat terjadi jika ada unsafe condition dan unsafe act. Gak jadi naik bikun deh

16.50an, bis kuning ketiga datang, sama kayak bikun kedua isinya padat sampai meluber ke kedua pintunya. Mau naek tapi gak kebagian tempat lagi, bahkan untuk hanya bergelantungan di pintu. Gak jadi naek lagi deh.

17.05an, bis kuning keempat datang, masih sama juga isinya padat juga meluber sampai ke kedua pintunya. Beruntung kali ini cukup banyak yang turun di halte FKM UI. Bisa di usahakan naik meskipun hanya dipintu.

Eh…. Ternyata baru naikin setengah kaki bikunnya dah mau jalan (buru-buru banget nih bikun) untung aja gue sigap jadinya tidak terjadi kecelakaan yang berarti.

Eits…. Kejadian ini berulang di halte pocin. Karena berdiri di pintu jadinya harus turun dulu dari bikun agar memudahkan orang lain lewat. Disini semakin terlihat bikunnya buru-buru banget. Belum semua penumpang selesai turun dan naik. Gas bikun sudah dimainkan dan bikun siap melaju. Untung gak da kejadian kecelakaan.

Dan… maksud hati turun di halte MUI, apa daya bikun terus meluncur dan baru berhenti di depan falultas hukum. Padahalkan di MUI ada halte ??? jadi deh jalan kaki dari sana ke MUI. Yah ikhlasin aja, itung-itung gue olah raga sore.

 ….pastinya banyak teman-teman yang juga telah mengalami kejadi serupa ataupun lebih parah….

Semoga manajemen bikun bisa berubah……

Coba yang mengalami kejadian ini Pak Gumilar…. Mungkin besok manajemen bis kuning UI langsung berubah.