Obat Seribu : Kebijakan Untuk Rakyat atau Sebatas Komoditas Politik

 

Seperti itulah dilemma yang muncul dalam seminar profesi “gambaran kebijakan obat seribu”. Dimana dibahas sebuah program, bernama obat seribu; murah dan berkualitas. Sebuah program yang di buat oleh departemen kesehatan republik Indonesia, bekerja sama dengan perusahan farmasi indofarma. Kebijakan ini dikeluarkan pada bulan mei 2007 dengan tujuan utama menambah akses masyarakat untuk mendapatkan obat murah berkualitas (khususnya kalangan mengah kebawah). Selain juga tentunya menekan harga obat di pasaran yang ternyata selama ini obat semata-mata hanya dijadikan komoditas bisnis. Selain itu obat murah berharga seribu ini juga di harapkan dapat pula mengurangi resiko pemakaian obat secara illegal dan tidak berlisensi di pasaran.

Dengan merek dagang Indo: serbu, obat ini memilik macam  jenis  seperti obat sakit kepala, obat cacing, obat batuk cair, obat batuk berdahak, obat maag, obat penambah darah, obat cacing untuk anak, dsb. Kebijakan yang jika dilihat memang sangat pro kepada rakyat. Tapi, tunggu dulu ternyata menurut ibu dumilah (dosen AKK FKM UI –S3 politik Kesehatan-) kebijakan kesehatan tidak hanya harus dilihat dari satu sisi. Kebijakan kesehatan bukan semata-mata monopoli dari orang kesehatan, tetapi kebijakan kesehatan merupakan sebuah domain dimana banyak hal yang harus di libatkan didalamnya. Ada kata kata menarik yang juga merupakan kutipan, mengenai kebijakan, policy make something cheaper, policy make something better, policy make a right things,…………,……….. (saya lupa dua hal lainnya). Jadi benar jika kebijakan ini membuat harga menjadi lebih murah, tetapi benarkah kebijakan ini membuat lebih baik, atau membuat hal yang baik. ??? karena ternyata bisa jadi kebijakan kesehatan ini hanya dijadikan komoditas politik yang harus dipenuhi ketika dulu masa-masa kampanye ???

Menilai sesuatu harus melihat dari sisi yang objektif, kebijakan ini baik tapi juga populis…. Anda sendiri yang bisa menilainya ?. apakah ini  kebijakan mendukung (pro) rakyat atau kebijakan hanya mencari dukungan rakyat. ^_^.

Terlepas dari hal diatas, Tetap “ MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI”. Paradigma Sehat harus dibangun di masyarakat. Penyediaan obat murah (bahkan gratis) di masyarakat adalah nol besar tanpa dibarengi oleh pendidikan kesehatan kepada masyarakat (khusunya menengah kebawah). Jangan sampai masyarakat salah paham dan berpikir “ gak masalah sakit kan bisa diobati dengan obat yang murah”. Karena sehebat apapun khasiat obat (zat kimia) ia tetap memiliki efek samping bagi tubuh kita. Dan yang tidak memiliki efek samping adalah Pola hidup sehat agar tidak menjadi sakit.

…… health for all……

  

Kehancuran Dunia Semakin Nyata

Ini bukan Cuma sekedar trend isu pembahasan di dunia. Lebih dari itu, ini adalah kenyataan yang harus dihadapi oleh umat manusia. “Global Warming” disebut sebut akan menjadi apocalypse ketiga. Setelah Apocalypse pertama terjadi 350 juta tahun yang lalu, dimana kabut tebal menyelimuti bumi memusnahkan 90% spesies mahluk hidup pada saat itu. Lalu Apocalypse kedua yang terjadi 65 juta tahun lalu, dimana bumi di tabrak oleh meteor memusnahkan ekosistem dinasaurus pada saat itu. Kini semakin nyata Apocalypse ketiga. Ketika Iklim di Bumi secara perlahan tapi pasti terus berubah. Membuat tatanan ekosistem menjadi semakin berantakan dan tidak stabil.

Efek rumah kaca menjadi penyebab utama terjadinya perubahan iklim tersebut. Bertambahnya jumlah Karbon dalam atmosfer bum. Akibat ulah kemajuan teknologi yang di buat manusia semenjak revolusi industri  membuat  radiasi matahari yang masuk kebumi menjadi terperangkap didalam atmosfer. Otomatis seperti didalam sebuah rumah kaca suhu bumi meningkat dari tahun ketahun. Mendatangkan bencana yang tak pernah terduga.

Efek global warming begitu besar. Iklim yang berubah, suhu meningkat, es di kutub mencair, naiknya tinggi permukaan air laut, tenggelamnya pulau-pulau kecil, berubahnya perbatasan Negara-negara didunia, Kuman dan bibit penyakit yang semakin ganas, gagal panen, krisis pangan, ekonomi gunjang ganjing, penerbangan terganggu, bencana alam lainnya, adalah hal yang akan terjadi akibat adanya perubahan iklim di dunia.

Banyak orang baru tersadar , padahal ilmuwan sudah jauh-jauh hari mengingatkan akan hal ini.

Bahkan Alquran sudah menggambarkan bahwa “setiap kerusakan yang ada dimuka bumi diakibatkan oleh tangan-tangan manusia”

Akankah Kehancuran ini bisa di cegah? Manusia mahluk berakal budi, mereka yang membuat kerusakan ini. Kita harus bisa menghentikannya.

Bagaimana menghentikannya……

1, Buat isu ini di ketahui oleh semua orang, jadi semua sadar. Semakin banyak orang yang sadar. maka semakin cepat kerusakan dunia itu bisa di cegah.

2. Sebetulnya tataran pencegahan global warming. tataran policy sebuah negara. Jadi kalau sudah semakin banyak yang sadar tekan pemerintah buat keluarin kebijakan Clean development, pembangunan yang tidak mencemari lingkungan.

3. Kalau mau konkret, mulai dari diri lo. Jangan naek mobil atau motor melulu. Jalan kaki dong. atau gabung aja sama komunitas bersepeda yang semakin banyak. Jangan nyalain peralatan listrik yang berlebihan. jangan buang sampah sembarangan. Jangan jadi orang yang cuek dengan lingkungan.