Perbaiki Manajemen Pelayanan Bis Kuning ! (1)

Anda tahu mengapa kebijakan pemerintah Republik Indonesia tidak pernah sesuai dengan apa yang diharapkan rakyatnya ? (karena para pemimpin negara ini sangat jarang yang menjalani hidup layaknya hidup yang dijalani oleh mayoritas rakyatnya, makanya kebijakannya jadi salah sasaran.)

Akhirnya mengalami sendiri,

Kalau selama ini hanya mendengar keluhan temen temen terkait pelayanan bis kuning yang buruk. Dan jujur saja nggak terlalu “care”, karena biasanya selalu naek motor. Kemarin tersadarkan juga kalau pelayanan bis kuning memang harus diperbaiki. Kebetulan motor lagi dipake temen dan harus segera ke masjid UI.

Selasa, 11 desember 2007

Sekitar jam 16.15 an, menunggu bikun di halte FKM UI, dengan hujan rintik-rintik yang menemani.

16.20an, akhirnya datang bis kuning pertama, yang ternyata lurus begitu saja tanpa berhenti menurunkan atau mengangkut penumpang. Oooo bikunnya lagi ngebawa barang-barang, kayaknya habis ada acara. Kirain emang gak mau ngangkut gue.

16.40an,  bis kuning kedua datang, dari jauh terlihat begitu padat isi didalamnya, dan di kedua pintunya tampak orang-orang bergelantungan.  Berharap ketika di halte FKM banyak yang turun…. Ternyata sedikit. Mau naik konsekuensinya harus gelantungan ….ok…. tapi mau gelantungan dimana lagi lha dipintu aja udah nggak muat lagi buat digelantungin.  teringat juga teori K3 bahwa  accident dapat terjadi jika ada unsafe condition dan unsafe act. Gak jadi naik bikun deh

16.50an, bis kuning ketiga datang, sama kayak bikun kedua isinya padat sampai meluber ke kedua pintunya. Mau naek tapi gak kebagian tempat lagi, bahkan untuk hanya bergelantungan di pintu. Gak jadi naek lagi deh.

17.05an, bis kuning keempat datang, masih sama juga isinya padat juga meluber sampai ke kedua pintunya. Beruntung kali ini cukup banyak yang turun di halte FKM UI. Bisa di usahakan naik meskipun hanya dipintu.

Eh…. Ternyata baru naikin setengah kaki bikunnya dah mau jalan (buru-buru banget nih bikun) untung aja gue sigap jadinya tidak terjadi kecelakaan yang berarti.

Eits…. Kejadian ini berulang di halte pocin. Karena berdiri di pintu jadinya harus turun dulu dari bikun agar memudahkan orang lain lewat. Disini semakin terlihat bikunnya buru-buru banget. Belum semua penumpang selesai turun dan naik. Gas bikun sudah dimainkan dan bikun siap melaju. Untung gak da kejadian kecelakaan.

Dan… maksud hati turun di halte MUI, apa daya bikun terus meluncur dan baru berhenti di depan falultas hukum. Padahalkan di MUI ada halte ??? jadi deh jalan kaki dari sana ke MUI. Yah ikhlasin aja, itung-itung gue olah raga sore.

 ….pastinya banyak teman-teman yang juga telah mengalami kejadi serupa ataupun lebih parah….

Semoga manajemen bikun bisa berubah……

Coba yang mengalami kejadian ini Pak Gumilar…. Mungkin besok manajemen bis kuning UI langsung berubah.

Obat Seribu : Kebijakan Untuk Rakyat atau Sebatas Komoditas Politik

 

Seperti itulah dilemma yang muncul dalam seminar profesi “gambaran kebijakan obat seribu”. Dimana dibahas sebuah program, bernama obat seribu; murah dan berkualitas. Sebuah program yang di buat oleh departemen kesehatan republik Indonesia, bekerja sama dengan perusahan farmasi indofarma. Kebijakan ini dikeluarkan pada bulan mei 2007 dengan tujuan utama menambah akses masyarakat untuk mendapatkan obat murah berkualitas (khususnya kalangan mengah kebawah). Selain juga tentunya menekan harga obat di pasaran yang ternyata selama ini obat semata-mata hanya dijadikan komoditas bisnis. Selain itu obat murah berharga seribu ini juga di harapkan dapat pula mengurangi resiko pemakaian obat secara illegal dan tidak berlisensi di pasaran.

Dengan merek dagang Indo: serbu, obat ini memilik macam  jenis  seperti obat sakit kepala, obat cacing, obat batuk cair, obat batuk berdahak, obat maag, obat penambah darah, obat cacing untuk anak, dsb. Kebijakan yang jika dilihat memang sangat pro kepada rakyat. Tapi, tunggu dulu ternyata menurut ibu dumilah (dosen AKK FKM UI –S3 politik Kesehatan-) kebijakan kesehatan tidak hanya harus dilihat dari satu sisi. Kebijakan kesehatan bukan semata-mata monopoli dari orang kesehatan, tetapi kebijakan kesehatan merupakan sebuah domain dimana banyak hal yang harus di libatkan didalamnya. Ada kata kata menarik yang juga merupakan kutipan, mengenai kebijakan, policy make something cheaper, policy make something better, policy make a right things,…………,……….. (saya lupa dua hal lainnya). Jadi benar jika kebijakan ini membuat harga menjadi lebih murah, tetapi benarkah kebijakan ini membuat lebih baik, atau membuat hal yang baik. ??? karena ternyata bisa jadi kebijakan kesehatan ini hanya dijadikan komoditas politik yang harus dipenuhi ketika dulu masa-masa kampanye ???

Menilai sesuatu harus melihat dari sisi yang objektif, kebijakan ini baik tapi juga populis…. Anda sendiri yang bisa menilainya ?. apakah ini  kebijakan mendukung (pro) rakyat atau kebijakan hanya mencari dukungan rakyat. ^_^.

Terlepas dari hal diatas, Tetap “ MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI”. Paradigma Sehat harus dibangun di masyarakat. Penyediaan obat murah (bahkan gratis) di masyarakat adalah nol besar tanpa dibarengi oleh pendidikan kesehatan kepada masyarakat (khusunya menengah kebawah). Jangan sampai masyarakat salah paham dan berpikir “ gak masalah sakit kan bisa diobati dengan obat yang murah”. Karena sehebat apapun khasiat obat (zat kimia) ia tetap memiliki efek samping bagi tubuh kita. Dan yang tidak memiliki efek samping adalah Pola hidup sehat agar tidak menjadi sakit.

…… health for all……

  

Siapa yang harus bertanggung jawab ?

 

Sabtu, 8 Desember 2007.

Di Danau Belakang menwa, yang ada pintu airnya (gak tau nama tempatnya apa).

Maksud hati ingin coba refresh diri dengan melihat-lihat danau di lingkungan UI. Bukannya Fresh yang didapat….. malah makin pusing kepala!

 

Ketika sampai di danau pertamanya sih biasa aja, ada anak-anak pada berenang di danau, bapak yang mencuci motor, mas-mas yang lagi pada mancing, ada juga dua pasang sejoli yang lagi memandangi danau.

 

Yang menjadi luar biasa ketika anak-anak (kira-kira usia 6-8 th) tadi selesai berenang dan main air di danau. Mereka naik ke daratan. Dan…….. dengan begitu santai nya, bocah-bocah berkulit hitam terbakar matahari itu mengeluarkan rokoknya. Enam sampai tujuh bocah secara santai mengeluarkan beberapa batang rokok, menyalakannya dan menghisapnya. Bukan satu atau dua batang yang mereka keluarkan. Tapi hampir setiap orang memegang sebatang rokok. Menghisapnya seakan-akan rokok adalah es atau permen yang biasa dikonsumsi anak-anak. Dari wajah dan perangainya terlihat jelas bahwa anak-anak itu adalah anak jalanan yang biasa mengamen dan mengmis di jalanan, tanpa kasih dan sayang kedua orang tuannya.

 

Siapa yang harus bertanggung jawab ??

Pemerintah, yang tak melarang rokok untuk hadir di Indonesia ?

Perusahaan rokok, dengan segala propagandanya sehingga rokok begitu menjadi familiar bagi mereka?

Orang tua, yang menghilang tak memberikan kasih sayang dan menjaga anaknya dari bahaya rokok?

Pedagang rokok, yang demi keuntungan tak seberapa, membiarkan dagangannya dibeli bocah kecil ?

Anda, yang memberikan uang di jalan ketika mereka mengamen atau mengemis, sehingga uang itu bisa dibelikan rokok ?

Saya, yang membiarkan mereka merokok didepan mata saya tanpa bisa mencegahnya ?

 

Mau dibawa kemana Indonesia, jika bocah-bocah penerus bangsa sudah terjebak dengan rokok.

STOP MEROKOK, dan STOP MEMPROMOSIKAN ROKOK.

   

Sepenggalan episode kehidupan itu kini telah terlalui

 

Waktu terus berjalan, tanpa terasa genap sudah kepengurusan Senat Mahasiswa FKM UI 2007. Kejadian-kejadian yang ada telah menjadi kenangan-kenangan indah dalam hidup ini. “Nikmat”, sebuah kata yang dapat melukiskan senang dan sedihnya perjalanan Senat Mahasiswa selama satu tahun ini. Perjalanan yang penuh akan kenangan, perjalanan yang penuh akan perjuangan dan pembelajaran.

Mengingat kembali masa dimana mencalonkan diri menjadi seorang ketua senat, membuat hati bertanya, mengapa dahulu memberanikan diri untuk maju menjadi kandidat. Padahal secara kapabilitas dan kredibilitas masih banyak orang yang mempunyai kemampuan lebih. Proses pemilihan yang cukup singkat namun melelahkan, karena di barengi oleh “intrik”, membuat diri ini belajar untuk menjadi seorang pemimpin harus lah melalui tantangan yang tidak ringan.

Namun perjalanan belum berhenti setelah proses pemilihan usai. Pembuktian janji-janji baru saja di mulai. Beruntung sekali karena banyak orang-orang yang memiliki kemampuan lebih bisa bergabung mengisi pos-pos sesuai dengan keahliannya. Struktur pun terbentuk dan Latihan dasar Kepemimpinan serta Rapat kerja dilakukan. Banyak pelajaran juga diambil di saat itu. Belajar lebih dewasa dalam melihat berbagai hal.

Satu tahun bukanlah waktu yang singkat, banyak hal yang sudah dilakukan dalam satu tahun kepengurusan senat. Namun secara sadar juga diakui banyak pula hal-hal yang terlewatkan untuk diperbuat. Senyum gembira menghiasi satu tahun perjalanan ini, namun juga tak sedikit tangis kesedihan dan caci maki yang menghampiri. Memang untuk memuaskan semua pihak sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi proses perbaikan selalu dijalankan untuk memenuhi berbagi keinginan.

Visi Senat Mahasiswa FKM UI 2007, visi yang muncul dari proses berpikir yang tidak singkat dan tidak dipikirkan sendirian. Berjuang Bersahabat Bermanfaat tiga kata yang menjadi indicator keberhasilan senat mahasiswa FKM UI 2007. Namun sayang indicator keberhasilan ini tidak relevan untuk menjadi indicator kuantitatif. Berjuang Bersahabat Bermanfaat hanya dapat terukur secara kualitatif.

Visi: Berjuang Bersahabat Bermanfaat kemudian disederhanakan menjadi Misi agar pengukuran indicator keberhasilan menjadi lebih mudah dilakukan. Berikut ini penjabaran Misi senat dan hal yang sudah dilakukan oleh senat mahasiswa FKM UI untuk memenuhi kewajibannya.

Misi Aplikasi

 

Kepemimpinan kolektif Senat Mahasiswa FKM UI, di representasikan oleh ketua umum, wakil ketua umum, dan sekertaris umum. Wakil ketua melakukan supervisi terhadap kinerja dan program dari departemen yang ada di Senat Mahasiswa FKM UI. Sekertaris Umum melakukan supervise terhadap kinerja dan program yang dilakukan Biro dalam Senat Mahasiswa FKM UI. Sementara itu Ketua umum sebagai pengambil kebijakan tertinggi dalam struktur organisasi dengan mendapatkan masukan pula dari bidang PPSDM. Namun dalam realitasnya pengkotak-kotakan wewenang ini tidak membatasi gerak, karena yang terjadi lebih banyak saling mengisi dan melengkapi seperti pola matriks.

Ketua Umum, sebagai pucuk pimpinan Senat Mahasiswa FKM UI mengambil peran yang sangat penting dalam roda perjalanan organisasi. Terkadang keputusan yang dibuat menjadi bermanfaat tetapi tak jarang keputusan yang diambil menjadi sangat controversial. Namun memang sulit untuk memuaskan semua orang. Fungsi koordinasi dengan lembaga lain pun dijalankan, seperti dengan senat/BEM fakultas lain, Dekanat, Rektorat, MWA unsur mahasiswa, BO/BSO di FKM UI. Sebagai representative dari mahasiswa Ketua Umum juga seringkali memenuhi undangan acara dari lembaga lain, namun tak dapat dipungkiri waktu yang terbatas membuat tak semua undangan dapat di hadiri, beruntung dengan adanya pem “back up” an yang dilakukan oleh Wakil maupun sekum.

Setahun telah berlalu, terkadang kehadiran secara physically sangat dibutuhkan, perhatian mendalam begitu dinantikan. Namun semua itu belum terpenuhi dengan maksimal. Tetapi yang pasti hati ini selalu hadir disetiap kesempatan memikirkan Senat tercinta.

Masih sangat banyak hal yang harus diperbaiki, perbaikan harus selalu dijalankan. Semoga kekhilafan kesalahan yang dilakukan tak terulang di periode mendatang. Ambilah pelajaran dari setiap kesempatan. Jangan mengulangi kesalahan. Ingat jangan mengulangi kesalahan.

Sepenggalan episode kehidupan itu kini telah terlalui, semoga ini menjadi catatan kebaikan dalam buku kehidupan. Satu hal……… Senat Mahasiswa FKM UI 2007 adalah yang Terbaik!

Karena : Sigit, Evi, Wahyu, Novi, Asieh, Sisil, Ratna, Tati, Lesi, Nabil, Nunu, Ucok, Dedi, Delta, Amir +  para deputi + staf ….. kalianlah pejuang sesungguhnya, yang berkomitmen memajukan FKM. Kalian adalah para penggerak, yang selalu rela berkorban dalam setiap kesempatan………..

 love u all coz of Allah.

  Pongki Dwi Aryanto

Ketua Senat Mahasiswa FKM UI 2007

Ditulis dalam Personal. 3 Komentar »

Terima kasih

Terima Kasih

 Atas dukungan serta partisipasinya

dalam Pemilihan Raya IKM UI

 

Sungguh, perjuangan baru saja di mulai kawan!

Doakan kami agar senantiasa Sepenuh Hati dalam Berjuang dan Berkontribusi

Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika dalam satu tahun kedepan kami berhasil memberikan kontribusi dan manfaat untuk masyarakat UI dan Indonesia.

Kami pun sadar bahwa perjuangan ini tidak dapat diusung sendirian, karena itu kontribusi aktif, saran dan masukan dari teman-teman sangatlah kami nantikan.

Mari bersama-sama berjuang dan berkontribusi. Untuk UI dan Indonesia yang lebih baik.

Edwin-Pongki

Saran, masukan, kritik :

www.edwinpongki.wordpress.com

edwinpongki@yahoo.com

Edwin : 02193201134 / 081315378205

Pongki : 08567908743

Kehancuran Dunia Semakin Nyata

Ini bukan Cuma sekedar trend isu pembahasan di dunia. Lebih dari itu, ini adalah kenyataan yang harus dihadapi oleh umat manusia. “Global Warming” disebut sebut akan menjadi apocalypse ketiga. Setelah Apocalypse pertama terjadi 350 juta tahun yang lalu, dimana kabut tebal menyelimuti bumi memusnahkan 90% spesies mahluk hidup pada saat itu. Lalu Apocalypse kedua yang terjadi 65 juta tahun lalu, dimana bumi di tabrak oleh meteor memusnahkan ekosistem dinasaurus pada saat itu. Kini semakin nyata Apocalypse ketiga. Ketika Iklim di Bumi secara perlahan tapi pasti terus berubah. Membuat tatanan ekosistem menjadi semakin berantakan dan tidak stabil.

Efek rumah kaca menjadi penyebab utama terjadinya perubahan iklim tersebut. Bertambahnya jumlah Karbon dalam atmosfer bum. Akibat ulah kemajuan teknologi yang di buat manusia semenjak revolusi industri  membuat  radiasi matahari yang masuk kebumi menjadi terperangkap didalam atmosfer. Otomatis seperti didalam sebuah rumah kaca suhu bumi meningkat dari tahun ketahun. Mendatangkan bencana yang tak pernah terduga.

Efek global warming begitu besar. Iklim yang berubah, suhu meningkat, es di kutub mencair, naiknya tinggi permukaan air laut, tenggelamnya pulau-pulau kecil, berubahnya perbatasan Negara-negara didunia, Kuman dan bibit penyakit yang semakin ganas, gagal panen, krisis pangan, ekonomi gunjang ganjing, penerbangan terganggu, bencana alam lainnya, adalah hal yang akan terjadi akibat adanya perubahan iklim di dunia.

Banyak orang baru tersadar , padahal ilmuwan sudah jauh-jauh hari mengingatkan akan hal ini.

Bahkan Alquran sudah menggambarkan bahwa “setiap kerusakan yang ada dimuka bumi diakibatkan oleh tangan-tangan manusia”

Akankah Kehancuran ini bisa di cegah? Manusia mahluk berakal budi, mereka yang membuat kerusakan ini. Kita harus bisa menghentikannya.

Bagaimana menghentikannya……

1, Buat isu ini di ketahui oleh semua orang, jadi semua sadar. Semakin banyak orang yang sadar. maka semakin cepat kerusakan dunia itu bisa di cegah.

2. Sebetulnya tataran pencegahan global warming. tataran policy sebuah negara. Jadi kalau sudah semakin banyak yang sadar tekan pemerintah buat keluarin kebijakan Clean development, pembangunan yang tidak mencemari lingkungan.

3. Kalau mau konkret, mulai dari diri lo. Jangan naek mobil atau motor melulu. Jalan kaki dong. atau gabung aja sama komunitas bersepeda yang semakin banyak. Jangan nyalain peralatan listrik yang berlebihan. jangan buang sampah sembarangan. Jangan jadi orang yang cuek dengan lingkungan.

 

Saya Tengah Membangun Peradaban

 

Saya Tengah Membangun Peradaban*

 

 

“Saya tengah Membangun Peradaban”, itulah jawaban pekerja bangunan kelima, yang digambarkan oleh Cahyadi takariawan dalam bukunya ketika menjabarkan visi tarbiyah dengan kisah lima pekerja bangunan yang sedang membangun mushala. Membangun peradaban merupakan sebuah cita rasa ideal yang harus sama-sama ditanamkan agar kita memiliki tujuan besar dalam bergerak.

Abdurahman An Nahlawi berpendapat bahwa ada tiga akar kata untuk istilah tarbiyah, yaitu :

  • 1. Rabayarbu, yang maknanya bertambah dan berkembang
  • 2. Rabiya-yarba, yang maknanya tumbuh dan berkembang
  • 3. Rabba-yarubbu, yang maknanya memperbaiki, mengurusi, mengatur, menjaga, dan memperhatikan.

Imam Badhawi menyebutkan bahwa pada dasarnya kata Ar Rabb itu bermakna tarbiyah yang berarti setahap demi setahap.

Dr Ali Abdul Halim Mahmud memaknai tarbiyah sebagai cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung (melalui kata-kata) maupun secara tak langsung (melalui keteladanan dan sarana-sarana lain) untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.

Tujuan dari tarbiyah adalah untuk menjadi “manusia yang baik” :

Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah yang paling bertaqwa”

Kegiatan Tarbiyah adalah gabungan antara teori, seni dan pengalaman. Tidak cukup melakukan kegiatan ini hanya berbekal teori, diperlukan system pengelolaan yang “cantik” dan tentunya pengalaman  untuk menghasilkan output yang baik. Kegiatan ini tidak mutlak memiliki tahapan-tahapan yang runtun dan detail yang harus dilakukan satu persatu dan tak boleh berimprofisasi. Tetapi kegiatan ini juga tidak dilakukan atas kreatifitas yang berlebihan yang didalamnya tidak ada pijakan dan pedoman yang kuat. Tarbiyah memiliki pedoman-pedoman dasar yang harus dipahami, agar ketika melakukan proses nya tidak terjadi penyimpangan, dan sisik keratifitas dibutuhkan untuk meng akselerasi, untuk memoles, dan untuk memper”cantik”nya.

Secara umum ada beberapa hal dasar yang harus disiapkan pertama kali :

  • 1. Manajemen personal

Mengenali muttarobi adalah hal yang sangat penting sebelum kita melakukan aktifitas tarbiyah. Bagaimana kondisi umum mereka, bagaimana latar belakang aktifitasnya dan kapasitasnya, adalah beberapa hal yang harus kita ketahui.

  • 2. Manajemen kelompok

Memilihkan metode yang tepat, apakah akan dilakukan secara fardiyah atau kelompok. Dan ketika akhirnya harus dilakukan secara kelompok (halaqoh) kedekatan emosional dan kondisi dari teman-teman sekelompok adalah hal yang harus diperhatikan untuk menciptakan iklim dan Susana yang dinamis.

  • 3. Manajemen Murrabi

Tidak sembarangan orang bisa mejadi murrobi, ada kewajiban minimal yang harus ia penuhi baik secara ahlak dan sifat maupun kemampuan teknisnya. Karena Murrobi adalah teladan dan contoh.

  • 4. Manajemen Interaksi

Pola komunikasi kelompok yang harus dibangun sehingga halaqoh menjadi efektif, bersahabat dan produktif

Kesuksesan pengelolaan tarbiyah pun membutuhkan perangkat-perangkat, yaitu :

  • 1. Manajemen Sarana

Baik murrobi maupun mutarobi harus siap dengan peralatan tempurnya, Al-quran adalah mutlak  dibawa ketika halaqoh. Kitab hadis, Buku referensi, catatan, alat tulis menulis pun harus disiapkan agar halaqoh berjalan efektif.

  • 2. Manajemen Forum

Hal-hal yang akan dilakukan ketika Halaqoh pun harus jelas, apa agendanya, waktu dan bagaimana persiapannya.

  • 3. Manajemen Lingkungan

Lingkungan yang kondusif akan membawa efek yang negative. Perkembangan murobbi maupun mutarrobi akan mengalami akselerasi yang signifikan ketika lingkungan sekitarnya pun mendukung proses tarbiyah.

  • 4. Manajemen Kegiatan

Halaqoh tidak hanya duduk melingkar disuatu tempat, kemudian mendengarkan materi. Tarqiyah kelompok pun dibutuhkan, kegiatannya bisa beragam seperti : rihlah, mabit, silaturahmi, dauroh, dsb. Selain itu untuk meningkatkan kapasitas dari mutarobbi tadribah juga harus dilakukan, misal dengan pelibatan organisasi, mengisi dauroh, dan pengelolaan halaqoh.

Selain Perangkat keras (hardware) yang sudah disebutkan diatas proses tarbiyah juga memerlukan system (software) agar tarbiyah bukan sekedar menjadi rutinitas, yaitu :

  • 1. Manajemen Materi

Penyampaian materi tidak sembarang dilakukan hatus jelas cakupannya dan perbandingan konsentrasi materi, juga variasi penyampaiannya. Tujuan utama bukanlah materi yang tersampaikan, tetapai muwashafat yang diharapkan dapat terlaksana.

  • 2. Manajemen Pemantauan

Evaluasi baik untuk murrobi maupun mutarabbi harus dilakukan, agar halaqoh senantiasa produktif dan dinamis. Mutabaah yaumiah, evaluasi, dan laporan kepada pemimpin kaderisasi adalah contohnya.

  • 3. Manajemen Problem

Jangan sampai masalah yang muncul tidak terselesaikan dan halaqoh menjadi gudang masalah. Cari akar masalahnya dan selesaikan, mekanisme punishment pun patut untuk dilakukan.

  • 4. Manajemen Seleksi

Sebuah keniscayaan adanya orang dengan potensi dan semanga lebih. Seleksi bukan untuk meninggalkan yang tidak berkembang. Tetapi untuk memacu agar perkembangan mutarrabi menjadi lebih signifikan. Pertimbangan lamanya tarbiyah, materi yang sudah disampaikan, muwashafat yang sudah tercapai adalah contoh pertimbangan dalam melakukan seleksi.

Pekerjaan tarbiyah bukanlah rutinitas tanpa makna, tarbiyah menjadi motor penggerak keseluruhan aktifitas dakwah, ia juga menjadi ruh dalam jasad dakwah. Jika proses tarbiyah ditinggalkan maka berarti dakwah akan hancur. Dan Peradaban Islam takkan terbangun.

Sesungguhnya setiap umat yang ingin membina dan membangun dirinya, serta berjuang untuk mewujudkan cita-cita dan membela agamanya, haruslah memiliki kekuatan jiwa yang dahsyat.

“sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah apa-apa yang ada dalam jiwa mereka sendiri” (Ar Ra’du : 11).

Pada akhirnya, hanya Allah jualah yang menentukan hasil usaha kita……..

bagian kita adalah kesungguhan dalam bekerja dengan itqan didalammnya.

*Sebuah Resume dari buku Refleksi Diri Seorang Murobbi (Cahyadi Takariawan)

Assalamualaikum

Ini Postingan pertama…… wah bahagianya ^_^

baru belajar buat blog. masih pemula banget.

masih butuh proses…….

tungguin aja kelanjutannya

Senin, 29 Oktober 2007

Ditulis dalam Personal. 1 Komentar »